Episode 5 "The Manipulated" ini buka-bukaan masa lalu yang kelam. Kita dibawa ke lima tahun lalu, waktu Baek Do-kyeong (si anak anggota dewan) bikin kesalahan fatal: ngebunuh Chu Na-young. Panik dong dia, langsung nelpon bokapnya buat minta bantuan ngilangin jejak. Klasik!
GA Investment: Sekuriti Data Kok Bisa Menang Tender?
Scene langsung ganti ke acara perayaan GA Investment, perusahaan investasi yang baru aja menang tender gede buat ngurusin keamanan data nasional. Gokil! Tapi, ada tiga cowok berjas yang malah ngegosipin, nanyain gimana caranya perusahaan itu bisa menang proyek segede ini. Kayaknya ada yang mencurigakan nih.
Eh, Yo-han (CEO GA Investment) tiba-tiba nongol dan nyamperin mereka. Dia ngejelasin dengan santai, inti bisnis GA Investment emang fokus di keamanan data dari awal. Ketiga cowok itu langsung kaget, apalagi pas tau Yo-han itu CEO-nya. Salah satu dari mereka malah berani nunjuk muka Yo-han. Fatal! Yo-han langsung ngirim pembunuh bayarannya buat motong jari cowok itu. Sadis! Di rumahnya, Yo-han nyimpen jari itu sebagai bagian dari instalasi seni. Ngeri abis!
Anggota Dewan Baek Minta Bantuan: Yo-han Pasang Tarif
Gak lama kemudian, Yo-han dapet telepon dari Assemblyman Baek, bokapnya Do-kyeong. Si anggota dewan ini minta bantuan Yo-han buat nyelesein masalah anaknya. Yo-han sih oke aja, tapi dia masang tarif: si anggota dewan harus beli karya seni mahal sebagai bayarannya. Ya namanya juga orang kaya, semua bisa dibeli!
Yo-han Mulai Rencananya: Framing Tae-joong Jadi Kambing Hitam
Nah, di sinilah keseruan dimulai! Yo-han gerakin tim "cleaner"-nya ke lokasi pembunuhan. Mereka masang kamera tersembunyi biar Yo-han bisa mantau tempat itu kapan aja. Mayat Na-young direndam di air hangat di bathtub buat memperlambat proses pembusukan. Pinter juga nih si Yo-han.
Terus, Yo-han mulai nyari "kambing hitam" dengan nyisir jutaan rekaman CCTV yang dia punya. Gokil! Dari sinilah dia nemuin targetnya: Tae-joong.
Yo-han ngikutin rutinitas harian Tae-joong dengan detail banget. Timnya bahkan ngumpulin sampel DNA si pemuda, termasuk kondom bekas setelah Tae-joong bermalam dengan pacarnya. Buset! Yo-han juga sengaja naro tanaman sakit di gedung tempat Tae-joong nganterin makanan biar Tae-joong lebih lama berada di area yang bakal dikaitin sama kasus. Gak cuma itu, Yo-han bahkan bikin replika gelang Tae-joong. Totalitas tanpa batas!
Rencana itu berjalan mulus, dan Tae-joong akhirnya ditangkap sebagai tersangka pembunuhan. Mampus!
Balik ke Masa Kini: Yo-han Bikin Permainan Baru yang Lebih Gila!
Sekarang, kita balik ke masa kini. Para tahanan yang udah "dipilih" tiba di kompleks pribadi Yo-han. Mereka disambut dengan makanan mewah dan kamar pribadi bernomor. Tae-joong dapet kamar nomor 9. Dia gak bisa tidur dan berusaha kabur, tapi akhirnya ketangkep sama Yo-han sendiri. Dengan nada tenang, Yo-han bilang besok bakal ada pertandingan besar dengan hadiah istimewa buat pemenangnya. Hmm, kira-kira apa ya?
Setelah balik ke kamar, Tae-joong dijemput Ji-yong, cowok yang sebelumnya nyoba ngebunuh dia tapi sekarang mulai ngehormatin dia. Aneh! Dia dibawa buat ketemu Deok-su, tapi sebelum anak buah Deok-su bisa nyerang dia, penjaga Yo-han nghentiin mereka. Kayaknya Yo-han punya rencana lain buat Tae-joong.
Balapan Maut: No Rules, Just Survive!
Paginya, para tahanan dikumpulin di area luar. Yo-han ngumumin mereka bakal ngikutin balapan mobil liar. Gila! Ketika salah satu tahanan protes, Yo-han nembak dia tanpa ragu. Psikopat emang! Dia lalu ngejelasin hadiah buat pemenang balapan ini adalah 5 miliar won. Gokil! Tapi nyawa taruhannya.
Gak lama kemudian, Do-kyeong dan rekannya tiba di lokasi. Yo-han udah nyiapin "kambing hitam" buat masing-masing dari tiga kejahatan Do-kyeong. Para "pengganti" ini disebut sebagai avatar – orang-orang yang bakal nanggung kejahatan orang lain dengan sengaja. Ide gila!
Yo-han nyambut mereka sambil ngejelasin balapan ini sebenernya lebih mirip dogfight, karena gak ada aturan. Bebas bunuh-bunuhan! Dia juga ngungkapin rencananya ngejadiin permainan brutal ini sebagai hiburan taruhan di dark web, lalu memperluasnya ke berbagai negara. Ambisius banget!
Squid Game Vibes? Agak Maksa Sih…
Episode 5 ini ngebawa cerita ke arah baru yang familiar banget – bahkan deket banget sama vibes Squid Game. Mulai dari pakaian bernomor, lagu pemanggil di pagi hari, sampe hadiah uang dalam jumlah besar, semuanya ngingetin sama survival game populer itu.
Perpindahan konsep ini agak janggal sih, soalnya drama ini dari awal dipromosiin sebagai drama balas dendam. Sementara Tae-joong sendiri masih belum dapet kesempatan mulai langkah pertama dalam misinya. Jadi kayak, ini drama mau fokus ke mana sih sebenernya?
Upaya kabur Tae-joong juga kerasa repetitif, soalnya penonton udah tau dia gak bakal berhasil dari adegan penutup episode sebelumnya. Kurang greget!
Highlight Episode: Manipulasi Yo-han yang Brilian!
Tapi sisi paling kuat dari episode ini justru ada di bagian awal – waktu kita ngeliat secara detail gimana Yo-han ngejebak Tae-joong. Proses manipulasi itu dieksekusi dengan brilian: rapi, metodis, sekaligus menegangkan. Bagian ini jadi highlight episode dan bikin penonton berharap drama ini balik fokus ke kecerdikan Yo-han dan konflik psikologis yang jadi kekuatan utamanya, dibanding sekadar nyiptain permainan bertema survival.
Semoga episode selanjutnya balik maksimalkan potensi cerita yang sebenernya kuat banget tanpa harus ngulang formula dari karya lain. Jujur aja, agak kecewa kalo "The Manipulated" malah jadi Squid Game KW. Kita pengen liat Yo-han yang licik dan Tae-joong yang cerdik, bukan cuma balapan mobil tanpa aturan yang klise. Keep it real, guys!
