WooJoo Ketar-Ketir: Status Pernikahan Gak Jelas!
Jadi, episode 9 dibuka dengan WooJoo yang lagi ribet ngurusin perubahan penerima manfaat asuransi. Eh, pas minta salinan akta nikah yang udah ada tanggal cerainya, petugasnya malah bilang, "Mas, Mbak, kalian tuh masih sah suami istri lho!" Lah, kok bisa? Ternyata, di Korea, perceraian baru resmi kalau putusan cerai udah diserahin ke pengadilan. WooJoo langsung curiga, "Ini MeRi sengaja ngerjain gue apa gimana nih?"
Plot Twist! MeRi Ternyata Pemenang Rumah Mewah?!
WooJoo yang udah kepalang curiga, bawa tuh sebuket bunga gede buat nyamperin MeRi. Tapi, nasib berkata lain. Pas lagi parkir, gak sengaja denger ibu-ibu komplek lagi ngegosipin rumah hadiah dari toserba Beaute. Otak WooJoo langsung connect ke vlogger yang pernah bahas undian Beaute Palace. Dia langsung searching, dan BUM! Muncul foto MeRi (plus dirinya sendiri) sebagai pemenang!
WooJoo langsung inget nama WooJoo yang sama kayak namanya, terus reaksi aneh MeRi pas ketahuan tinggal di Beaute Palace. Tanpa babibu, bunga langsung dibanting! Bel rumah MeRi dipencet dengan emosi jiwa.
"Pasutri Palsu!" Amarah WooJoo Meledak!
MeRi yang lagi seneng nungguin WooJoo, langsung kaget pas buka pintu. Belum sempet ngomong apa-apa, WooJoo udah nahan pintu. Pas MeRi mau nelpon polisi, HP-nya langsung direbut. "Apa kau menikmatinya? Menjadi Pasutri palsu?" Buset, ngeri banget ekspresinya!
Akhirnya, WooJoo dibolehin masuk rumah. Dia muji-muji keberuntungan MeRi menang rumah mewah. MeRi gak terima dibilang nipu, dia udah berusaha ngehubungin WooJoo berkali-kali. Kemenangannya bisa batal kalau suaminya gak dateng, sementara dia harus ngelunasin utang ibunya.
"Kemenangannya akan batal jika kau bercerai. Kau jadi cukup berani. Hingga sampai menipu. Kau tak bisa berbohong bukan?" Kata WooJoo dengan nada sinis. MeRi gak mau kalah, "Kau selingkuh dariku dan menjadikanku janda, meninggalkan ku dengan utang."
WooJoo nawarin, dia bakal maafin MeRi kalau dia mutusin hubungan sama WooJoo yang sekarang. "Tak butuh yang palsu saat asli kembali? Kenapa? Ia hanya klien. Kau betul-betul jatuh cinta kepadanya?" MeRi diem aja, mukanya langsung berubah sendu. WooJoo makin emosi!
Dia ngancem mau nelpon Beaute biar mereka berdua dihukum. MeRi udah niat ngaku dari dulu, dia gak tenang karena ngerasa bersalah, apalagi sama WooJoo. WooJoo malah makin ngamuk. Cowok itu kan cucu pemilik Myunsoondang! Kalau skandal ini nyebar, WooJoo bisa dicap penipu selamanya! MeRi nangis, mohon-mohon biar WooJoo gak ngelakuin hal buruk ke WooJoo. Semua ini kan atas permintaannya. WooJoo makin murka, dia nonjok foto pernikahan mereka sampe pecah!
MeRi Pilih Putus: Pengorbanan Demi WooJoo?
MeRi nelpon WooJoo, batalin janji mereka karena tiba-tiba gak enak badan. WooJoo malah tambah khawatir, dia pikir MeRi kepikiran omongan neneknya. Padahal, MeRi lagi mikirin anceman WooJoo!
Sampe rumah, nenek nyerahin dokumen dari Tuan Ko. Ternyata, kecelakaan udah terjadi dua bulan lalu. Nenek cerita soal dana perusahaan yang dikirim ke J-Consulting (konsultan yang disewa buat bantu masuk pasar Amerika), dan Tuan Ko nyimpen buktinya.
WooJoo baca dokumen itu, dan sadar kalau mereka juga ngurusin subkontraktor. Nenek udah ngecek, ternyata subkontraktornya perusahaan cangkang! Nenek ngerasa ada yang gak beres, dia minta WooJoo nyelidikin tanpa sepengetahuan paman, karena Direktur Jang yang nyewa dari awal.
Di kamarnya, WooJoo inget pernah baca laporan J-Consulting yang sama di meja paman pas kopinya tumpah. Dia langsung nelpon John, temennya di Amerika.
WooJoo Minta Tips PDKT: Hasil Nguping yang Kocak!
Keesokan harinya, SeongHee ngelaporin Bu Oh udah nge-acc kerjaan mereka. MeRi yang bengong harus dipanggil berkali-kali baru sadar. Bosnya pesen biar cepet ngabarin percetakan soal revisi desain. Dia ngehalau kekhawatiran SongHee, alesannya cuma kurang tidur. Padahal, kata-kata WooJoo masih kebayang-bayang di pikirannya.
Di kantornya, WooJoo juga kepikiran kata-kata neneknya yang bikin MeRi cemas. Dia pengen bikin MeRi tenang lagi, lagi nyari cara yang tepat. Eh, gak sengaja denger sepupunya lagi ngobrol sama WonSeok. Topiknya: tiga langkah memenangkan hati wanita! EungSoo jamin strategi ini akurat, bahkan setelah jadi pacar sekalipun. Dialognya hilarious banget!
- Bawa ke tempat yang memikat mata. Misalnya, kafe yang instagramable.
- Wanita selalu bisa makan, gak peduli sekenyang apapun. Tiga babak makanan penutup setelah makan berat pun masih memungkinkan!
- Momen titik balik adalah pastikan ada sesuatu ditangannya. Berikan hadiah.
WooJoo yang tiba-tiba berdiri nyaris ketahuan sama dua orang itu. Tapi, dia langsung pergi dengan riang. Dia ngehubungin MeRi, ngajakin kencan ke taman hiburan atau restoran terkenal di pinggir kota. MeRi ngeles, dia harus ngerjain suvenir ulang tahun Myunsoondang ke-80. WooJoo kecewa, akhir-akhir ini mereka jarang ngobrol. Dia ngeluh betapa malangnya dirinya, dan pesen ke MeRi buat jaga makan dan istirahat.
Skandal Paman Tercium? Restoran di Amerika Jadi Petunjuk!

Dia dapet notifikasi email dari John, isinya info penutupan J-Consulting. Alamatnya sama kayak restoran Router 66 Eats. Pemiliknya orang Korea, namanya Jesicca Oh MinJeong. Dia punya anak cowok umur delapan tahun.
Sementara itu, bibi lagi ngomel-ngomel abis dari kuil. Dia ngelaporin hasil pembacaan nasibnya, menurutnya peramal salah kasih nasehat. Gak mungkin dia dikhianatin sama orang terdekatnya sendiri. Dia pikir ini cuma akal-akalan biar dia beli jimat penangkal. Suaminya cuma ledekin dia yang udah berhenti ke peramal setelah EungSoo kuliah.
Tapi, istrinya cemas soal pengkhianatan ini, maksudnya ibunya bakal ngumumin WooJoo sebagai penerus di Myunsoondang pas hari perayaan ulang tahun. Suaminya bujuk dia buat gak berantem sama ibunya sendiri. Istrinya makin curhat kalau ibunya bikin kesel. "Jangan dipikirkan, aku justru lebih mencemaskan perasaanmu. Aku akan segera pulang. Dah," kata paman.
Jessica yang denger semua bujuk rayu itu jadi kesel. Menurutnya, suaminya terlalu baik buat orang yang bakal segera dicerai. Suaminya nuduh dia cemburu. Tapi, menurut Jessica, dia curiga karena kadang sikapnya gak kayak biasanya pas ngomong sama istrinya.
Suaminya minta dia buat gak peduliin Ibu EungSoo. Jessica desek dia buat segera cerai. Penolakan dengan alesan waktu belum tepat bikin Jessica ngebanting apel yang lagi dikupas. Dia marah posisinya ngerugiin anaknya, Henry. Ayahnya gak bisa ngajak dia ke mal atau restoran Korea karena takut ada yang ngenalin. "Sudah delapan tahun begitu. Apa, tidak, sudah 27 tahun?" Koreksinya.
Paman kaget denger istrinya ngungkit sesuatu yang dilakuinnya demi cinta waktu itu. Dia genggam tangan istrinya, janjiin semua yang diimpiin bakal segera diraih, jadi sabar sebentar lagi. Sebagai pamungkas, dia meluk istrinya, tapi di balik itu, wajah sadisnya muncul kepermukaan.
Bel bunyi, Jessica buka pintu. Henry dateng dianter SoRi (adik MeRi). Anaknya lari gembira nyadar ayahnya ada di rumah. Ibunya nawarin uang bensin ke SoRi. Awalnya SoRi nolak, tapi Jessica maksa dengan dalih SoRi pinter jaga rahasia.
Kencan Piknik Berujung Pahit: MeRi Minta Putus!
MeRi dihubungin WooJoo buat rapat. MeRi khawatir ini soal revisi faktur, jadi dia setuju ke Myunsoondang. Ternyata, WooJoo udah jemput dia di seberang jalan. Dia ngajakin MeRi ke taman. "Tak semua rapat harus dalam ruangan," ujar WooJoo sambil nyusun makanan bekal piknik.
MeRi masih bingung, tapi nerima minuman yang ditawarin WooJoo sambil duduk di alas yang dihamparkan di atas rumput. WooJoo ngabarin manajemen udah setuju, jadi urusan kerjaan aman.
Agenda kedua, WooJoo nanya apa yang ganggu MeRi beberapa waktu ini. Apakah ucapan neneknya soal pembohong waktu itu? WooJoo jelasin, itu cuma prinsip bisnis nenek, bukan sengaja nyindir. Dia janji bakal jelasin keadaan MeRi ke neneknya, jadi jangan khawatir. MeRi diem aja, bahkan ngelepasin tangannya yang digenggam WooJoo.
"Kita semua punya masalah masing-masing. Kau bilang begitu dalam perjalan menuju pengambilan hadiah." MeRi nyari-nyari alesan buat mulai misi putusnya.
"Saat itu.." WooJoo terbata..
"Jika saat itu kubilang perbuatanku salah, tapi tidak lagi , semua orang akan menyebutkku penipu, kecuali dirimu"
"Kau bilang akan ke Beaute dan memberi tahukan kebenarannya."
"Hanya tinggal satu bulan. Dan aku tak perlu khawatir lagi tentang uang seumur hidupku. Sejujurnya orang-orang saling menipu satu sama lain. Jika berani mengambil resiko, aku akan nyaman seumur hidupku"
"MeRi-sshi.."
"Ada lagi. Apakah mengaku akan meningkatkan peluangku denganmu? Bagaimana meyakinkan nenekmu? Bagaimana aku bisa menanggung kebencian keluargamu? Aku tak mau berhati-hati di sekitar orang lain."
"Jangan menyerah sebelum mencobanya. Kubilang aku akan bicara dengan nenekku. Bisakah percaya padaku sekali ini saja?"
"Melihatmu menderita di tengah -tengah kami semua, akan terlalu berat bagiku."
"Apa maksudmu? Kau mau kita putus?"
"Ya, ayo kita putus, aku pergi"
WooJoo cuma bisa bengong pas MeRi pergi sambil nahan tangis. Dia inget semua kebersamaannya sama WooJoo. Mulai dari pernyataan cintanya, perjalanan ke Yeosu, dan semua ciuman mereka. WooJoo pun akhirnya berkaca-kaca, tapi dia masih ngirim pesan ke MeRi, "Aku tahu itu berat bagimu. Seharusnya aku lebih peduli tentang perasaanmu. Maafkan aku. Istirahatlah hari ini. Kita akan bicara lain kali. Aku akan menunggumu."
Rahasia Terbongkar! SangHyeon Jadi Saksi Mata?!
SangHyeon bawa bosnya dan walikota. Politisi itu cerita kisah sedih tentang ibunya dan impian wanita itu buat tinggal di Beaute Palace. SungWoo ngelirik SangHyeon lewat kaca spion depan. Setelah politisi itu turun, SungWoo marahin SangHyeon karena gak ada unit baru yang tersisa. Harus nunggu minimal sepuluh bulan lagi. SungWoo nyesel kehilangan rumah hadiah pas pencabutan undian. Dia malah nyindir SangHyeon yang kehilangan keberanian kayak dulu pas berani ngancem ayah SungWoo biar mau biayain dia kuliah ke Amerika sebagai ganti jadi joki ujian temennya ini.
WooJoo nerima pesan dari JinGyeoung yang minta maaf udah ngomong sama MeRi tanpa persetujuan WooJoo. Dia juga minta maaf terlalu berlebihan, dan minta temen kecilnya ini perkasa kayak biasanya. JinGyeoung cuma ngajakin makan buat baikan. Pas WooJoo ngaku sibuk, dia minta izin bicara sama MeRi.
SangHyeon inget semua hinaan SungWoo pas lari sekuat tenaga. Dia ngambil sekaleng minuman di mini market, pas mau bayar, kasir nginfoin kalau gratis satu kaleng lagi. JinGyeoung dateng bawa sekaleng, nawarin buat bayarin sekalian.
SangHyeon cuma natap JinGyeoung yang langsung minum di depan kasir. Keduanya ngobrol lagi di tempat kemarin. JinGyeoung nanya apa SangHyeon lagi banyak pikiran, karena dia sampe gak sadar JinGyeoung lari di belakangnya. SangHyeon diem aja, jadi JinGyeoung kesel dicuekin.
JinGyeoung cerita, dia juga pengen lari kenceng hari ini. Bukan karena harinya buruk, malah sebaliknya, cowok yang disukainya kayaknya putus. "Baguslah. Sepertinya ini kesempatanmu," ujar SangHyeon meski agak manyun.
"Benarkah? Lalu kenapa rasanya begitu aneh. Pasti karena aku melihatnya kesulitan. Bagaimana denganmu?" JinGyeoung bikin gesture nebas leher lengkap dengan sound pisau. "Tatapanmu bisa menembus kepalaku." SangHyeon jadi grogi. Dia cerita bosnya nyuruh dia nyari solusi atas masalah pelik yang bikin pusing.
"Apa yang terjadi jika tak diselesaikan? Kau dipecat?" Tanya JinGyeoung.
SangHyeon cuma mendengus nahan tawa. JinGyeoung nyaranin biar dia berhenti lebih dulu. Tapi, SangHyeon bilang dia punya alesan gak bisa berhenti. JinGyeoung malah lebih berapi-api buat ngadepin langsung bosnya, semua perusahaan punya rahasia kotor, pasti ada sesuatu yang bisa dimanfaatin.
"Aku yang akan hancur karena Aku yang melakukannya"
"Dalam kasus mu, kau hanya menuruti perintah atasan. Bukan sukarela."
"Menurutmu aku dipaksa?" Tanya SangHyeon tetap dengan wajah datar. Saat JinGyeoung kebingungan, dia bilang cuma bercanda, dan JinGyeoung gampang banget ditipu. JinGyeoung ngikutin alurnya, tapi dia bisa ngeliat kesedihannya.
WooJoo Datangi Rumah MeRi: Cinta Tak Bisa Dibohongi!
MeRi dan SongHee rapat di Myunsoondang, finalisasi suvenir ultah buat tamu VIP. Setelahnya, Bu Oh ngajakin mereka makan siang dalam rangka ultah SeJeong. MeRi langsung pulang, sementara yang lain termasuk WooJoo pergi bareng.
MeRi ngelewatin kaktus yang didudukinya pas pertemuan pertama sama WooJoo. Dia inget kejadian malam itu, sama kayak WooJoo yang berhenti di jembatan pas MeRi minta berhenti di pagi harinya karena ngerasa mual.
WooJoo datengin rumah MeRi, tapi pas dia nyoba nelpon, lampu rumah MeRi dipadamin seketika. Dia sadar MeRi bener-bener ngehindarin dia. WooJoo nghela nafas sedih. MeRi di dalem rumah juga duduk dalam gelap. Dia sempet keluar ngamatin jalanan, dan nyadar WooJoo dateng.
Keesokan harinya, kepala sekuriti Myunsoondang nunjukkin rekaman CCTV WooJoo yang maksa ketemu pimpinan. Dia bawa surat, tapi sebelum pergi, WooJoo ngonfirmasi hubungan WooJoo sama CEO. WooJoo langsung paham apa yang sebenernya terjadi. Jadi, dia muter arah menuju Beaute Palace.
WooJoo vs Mantan: Baku Hantam Demi Cinta!
Di rumah hadiah, WooJoo dateng lagi. MeRi minta dia jangan ganggu WooJoo karena mereka udah putus. Cowok ini tanpa malu ngajakin MeRi balikan lagi. "Kenapa aku harus kembali padamu karena putus dengannya?" Tanya MeRi kesel.
WooJoo balik ke lagu lama. Dia nampar dirinya sendiri sambil berlutut. Dia ngakuin kebodohannya, nyesel, dan minta kesempatan lagi. MeRi marah, kesepakatan mereka kan WooJoo gak bakal ganggu WooJoo atau ngelaporin MeRi. Cowok nyebelin ini janji bakal memperbaiki semuanya, dan ngajakin MeRi tinggal bareng di rumah ‘mereka’. MeRi tetep bakal ngakuin semuanya ke Beaute meski WooJoo gak ngelaporin. MeRi bahkan langsung keluar menuju rumah SangHyeon.
WooJoo nyoba nyegah, dan ngikutin dia ke halaman. Dia nuduh MeRi udah gila ngelepasin rejeki nomplok. Tapi, MeRi cuma ngelepasin genggaman paksanya sambil bilang ini rumah hadiahnya sendiri, jadi terserah keputusannya.
WooJoo gak terima, nganggep setengah rumah ini haknya selaku suami. MeRi marah banget, selama ini WooJoo cuma nyiksanya, jadi dia jelas balik demi rumahnya. WooJoo tanpa malu ngakuin dia pengen milikin MeRi sekaligus rumahnya.
Pertengkaran memanas, WooJoo masih ngancem bakal ngelaporin WooJoo dan nuduh MeRi bakal balik ke cowok itu. MeRi cuma nyebut dia "Michin", lalu WooJoo siap nampar dia! Saat itulah, lengannya ditangkep WooJoo yang sangat marah!!
"Jika kau ingin mengancam orang, ancam aku saja! Kau seharusnya malu!" Dia nyengkram lengannya lalu ngebantingnya sampe cowok jahat itu kesakitan.
WooJoo minta MeRi nyerahin surat putusan perceraian keesokan harinya, biar WooJoo gak ganggu lagi. WooJoo nantang buat ngelaporin mereka, dan dia siap nerima segala konsekuensi.
WooJoo nyoba nyerang WooJoo, tapi cowok yang terlatih bela diri itu lebih dulu menghindar dan mendaratin pukulan telak yang bikin WooJoo jatoh ke tanah. Dia kembali mintanya ngelakuin apapun selama gak ganggu MeRi lagi.
WooJoo gak terima diceramahin komplotan penipu. Tapi, WooJoo ngeluarin HP-nya, ternyata dia ngerekam semua percakapan WooJoo pas ngancem MeRi yang mau jujur barusan. WooJoo bilang artinya dia juga terlibat. Jadi, WooJoo pergi setelah sempet teriak histeris. MeRi yang nampak stress ditenangin WooJoo dengan pelukan dan elusan di rambutnya.
Cinta Sejati Tak Akan Menyerah!
Di ruang duduk, WooJoo nanyain kenapa MeRi gak cerita tentang hal ini. MeRi cuma bisa tertunduk dan bilang dia gak pengen ngerepotin WooJoo lagi.
WooJoo langsung nyamperin dia, meluk erat, mohon jangan ngomong hal yang sama lagi. Berat banget buat dia sejak MeRi pergi, dan kalau MeRi bener-bener peduli, teteplah bersama. Berhentilah bilang mau putus demi dirinya. Karena meski cuma buat satu hari, WooJoo tetep pengen bersama MeRi.
MeRi minta maaf buat semua yang diucapinnya hari itu. WooJoo ngehapus air matanya, dan mereka kembali berciuman.
Rencana Jahat Tercium: Beaute Grup Datang di Acara Ultah!
Besoknya, WooJoo dapet list undangan naratama Beaute dari SoJeong. Dia langsung ngonfirmasi ke SangHyeon. Cowok berkacamata itu lagi nemenin bosnya ke Jepang, jadi gak bisa dateng ke acara ultah ke-80 Myunsoondang.
Di kabin eksekutif pesawat, SangHyeon ketemu sama David Lee yang dikenalnya pas sama-sama di Amerika. SungWoo nguping pembicaraan mereka, David cerita udah berhenti dari Kaltz hotel, dan pindah ke Tokyo buat bisnis baru.
Nenek nerima daftar tamu yang udah mastiin kehadirannya. Dia minta tamu yang gak hadir tetep dihubungin dan dikirimin souvenirnya. WooJoo juga diminta dateng bawa pacarnya, nenek tau dia punya cewek yang lebih dipilihnya dibanding JinGyeoung. Nenek pengen ngenalin dia lebih lanjut.
WooJoo dengan cheeky yakin nenek bakal nyukain pacarnya karena cantik banget. Tapi, dia khawatir karena neneknya pemilih. Neneknya langsung motong dengan nada tinggi sampe WooJoo kaget. Intinya, cewek itu beruntung, gak ada calo. Mertua yang bakal nyiksanya, dan nenek WooJoo udah tua dan lemah. Satu lagi, dia bakal bebas makan pastry sebanyak yang disuka. WooJoo tambah kaget karena selama ini neneknya nyuruh dia bayar setiap roti yang dimakan. Nenek janji bakal mempertimbangkan seandainya dia dapet cicit.
WooJoo sempet ledekin neneknya pelit, tapi janji bakal ngajak cewek pilihannya kalau neneknya maksa. Dia langsung nelpon MeRi malemnya, ngundang buat dikenalin ke neneknya. WooJoo meyakinkan Beaute gak dateng, jadi MeRi gak perlu khawatir. Dia cuma perlu berpakaian bagus, tapi bukan berarti harus cantik (karena di mata WooJoo selalu cantik). Mereka nutup telpon sambil senyum bahagia.
Cinta Terancam: Identitas Palsu MeRi Terbongkar?!
Di puncak acara ulang tahun, MeRi nervous banget, tapi WooJoo nyambut dia dengan gembira. Dia bilang semua orang lain yang seharusnya gugup karena MeRi cantik banget. Dia ngajakin MeRi ketemu nenek di pintu masuk, neneknya minta WooJoo nganterin dia ke kursinya setelah saling nyapa. MeRi dan WooJoo bertukar pandang, sayang pas belum sempet nyampein maksudnya, wakil menteri dateng, dan nenek pamit buat nyambut asisten menteri.
WooSeok dapet penghargaan pengabdian sepuluh tahun kerja di Myunsoondang. Setelahnya, nenek ngasih kata sambutan. Di saat yang sama, Direktur Jang dapet telpon dari pihak Beaute yang mengkonfirmasi kehadirannya. WooJoo yang ada di sebelah pamannya, segera ngehubungin MeRi.
MeRi dan WooJoo ketemu di luar. MeRi pengen ngaku ke nenek WooJoo dulu sebelum mereka denger dari SangHyeon. Pas MeRi mau pergi, dia justru berpapasan sama nenek yang nganter tamu. Neneknya pengen ngobrol lebih jauh sama MeRi, dan ngundang dia ke rumah lagi kapan-kapan, karena dia nanya tentang kedeketannya sama cucunya. MeRi membenarkan hal tersebut. Celakanya, SangHyeon denger semuanya, dan ngelapor ke atasannya, ada alesan yang bisa bikin mereka narik kembali rumah hadiah.
Dia bergegas masuk pas berpapasan sama WooJoo yang terburu-buru keluar. SangHyeon nanya apa dia dan MeRi bener-bener pasangan suami istri yang sah?
Oow..
Review Episode 9: Makin Seru, Makin Bikin Penasaran!
Agak nyesel di episode ini MeRi masih jatoh dalam jebakan WooJoo. Dengan dalih ngelindungin WooJoo, dia bersedia ngakhiri hubungan mereka. Padahal, niat terselubung WooJoo jelas pengen ngejar MeRi kembali. Makanya dia ngancem biar MeRi nurutin kata-katanya, atau dia bakal ngekspos penipuan mereka. Memang WooJoo itu gak tau malu kelewatan.
WooJoo yang salah paham sama sikap MeRi wajar aja. Dia cemas perkataan nenek ngelukain perasaan MeRi. Untungnya, WooJoo adalah WooJoo. Setelah sekuriti nunjukkin rekaman CCTV Myunsoondang, dia segera ngehubungin segalanya dengan perubahan sikap MeRi. Sikap konsistennya ngelindungin MeRi manis banget. Dan sebagai seseorang yang berlatih Taekwondo sejak kecil, pukulan telaknya pas WooJoo nyoba nampar MeRi bikin kita semua bersorak gembira!
Ohya, WooShik alias Edward Choi sebagai WooJoo akhirnya bikin sambungan telpon dalam bahasa Inggris ke rekannya di AS. Suaranya jadi lebih berat dan keren banget.
Gak salah lagi, SoRi bakal jadi salah satu kunci ngejatuhin paman. Istri mudanya alias Jessica adalah orang yang sama dengan pemilik restoran tempat SoRi kerja. Dia kerap jemput Henry, dan nganter dia ke rumah.
Ngomongin soal paman emang gak ada abisnya. Kali ini, dia nunjukkin wajah sadis pas meluk Jessica, apakah artinya dia juga cuma mempermainkannya? Beda banget sama nada bicaranya sama bibi, dan wajahnya pun penuh kelembutan. Wajar lah kalau istri muda jadi cemburu.
Mungkin paman memang biasa bersikap manis pada bibi, makanya EungSoo jadi tau cara nyenengin wanita. Agak kontradiktif karena minggu lalu paman seolah gak peduli beliin oleh-oleh buat istrinya.
Yah, minimal WooJoo jadi dapet contekan dari EungSoo cara ngambil hati pacarnya yang lagi ngambek.
Hubungan JinGyeoung dan SangHyeon menarik banget, kayaknya SangHyeon mulai nyadar perasaannya sama JinGyeoung mulai bertumbuh. Karena bagaimanapun JinGyeoung bisa bikin dia tersenyum sekuat apapun dia nyoba nahan plus bercanda. JinGyeoung juga selalu nganggep dia pinter dan gak masalah resign dari atasan yang mengerikan itu. JinGyeoung pun berusaha memahami keterpaksaannya tetep kerja di Beaute Grup.
Jadi, makin penasaran gimana reaksi SangHyeon terhadap rahasia MeRi dan WooJoo yang udah terungkap.
Semoga rewrite ini sesuai dengan yang kamu mau, ya! Kalo ada yang kurang atau mau diubah, kabarin aja! 😉